📖 Page 1: Pengertian Iman Kepada Kitab Allah
Makna Iman (Bahasa & Istilah)
Iman secara bahasa berarti pengakuan (al-iqrār) yang melahirkan sikap menerima (al-qabūl) dan tunduk (al-iżżi’ān).
Sedangkan secara istilah, iman berarti membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan membuktikan dengan perbuatan.
Seseorang dikatakan beriman apabila hatinya menerima dan meyakini keberadaan Allah Swt, mengikrarkannya dengan membaca dua kalimah syahadat, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Iman Kepada Kitab Allah
Iman kepada kitab Allah Swt adalah membenarkan bahwa Allah Swt mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya sebagai cahaya dan petunjuk. Semua kandungannya merupakan kebenaran yang wajib diikuti dan dilaksanakan.
Cara Beriman: Ijmali & Tafsili
1. Iman secara Ijmali (global): Meyakini bahwa Allah Swt telah menurunkan kitab-kitab kepada para rasul-Nya tanpa harus mengetahui nama kitab dan rasul penerimanya.
2. Iman secara Tafsili (terperinci): mengimani penjelasan al-Qur’an dan hadis yang menyebutkan kitab-kitab Allah Swt secara terperinci seperti namanya, nama rasul penerima, dan lain sebagainya.
Beriman kepada Al-Qur'an & Kitab Terdahulu
Beriman kepada kitab al-Qur’an berarti meyakini bahwa al-Qur’an adalah kalam Allah Swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara Malaikat Jibril yang disampaikan secara mutawatir (bersambung).
Sedangkan beriman kepada kitab terdahulu berarti meyakini kebenaran semua kitab yang telah diwahyukan oleh Allah Swt kepada para rasul terdahulu. Kita wajib meyakini kebenaran kitab terdahulu, namun hanya mengamalkan isi kandungan yang sesuai dengan al-Qur’an saja. Kandungan yang tidak sesuai dengan Al-Qur'an tetaplah benar, tapi hanya berlaku pada zamannya saja dan sudah dihapus dengan diturunkannya alQur’an.
📜 Page 2: Nama-Nama Kitab & Penerimanya
Ada sejumlah wahyu Allah Swt. yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan hadis. Wahyu ini terbagi menjadi dua bentuk utama:
- Kitab: Wahyu Allah yang dibukukan dalam satu kumpulan utuh. (Taurat, Zabur, Injil, Al-Qur'an).
- Suhuf: Wahyu Allah yang masih berbentuk lembaran-lembaran terpisah. (Suhuf Ibrahim & Musa).
Diturunkan kepada Nabi Musa a.s.. Allah Swt berfirman dalam (Q.S. al-Maidah/5: 44) bahwa kitab Taurat merupakan petunjuk bagi Nabi Musa dan nabi-nabi dari Bani Israil lainnya. Kitab ini diturunkan khusus sebagai pedoman bagi Bani Israil, Sepeninggal para nabi dari Bani Israil digunakan kitab taurat digunakan oleh para pendeta Yahudi sebagai undang-undang untuk memutuskan berbagai perkara orang-orang Yahudi.
Diturunkan kepada Nabi Daud a.s.. Menurut Imam Qurtubi, Zabur tidak berisi hukum perkara seperti Taurat, melainkan terdiri dari 150 surah berisi nasihat, hikmah, pujian, dan sanjungan kepada Allah Swt.
Diturunkan kepada Nabi Isa a.s. sepeninggal para nabi dari Bani Israil untuk menyempurnakan Taurat (Q.S. al-Maidah/5: 46). Kitab Injil berfungsi untuk membenarkan kitab Taurat yang mengandung nilai-nilai yang dapat menyelamatkan umatnya dari kesesatan dalam akidah dan amal perbuatan seperti tauhid, yakni memberantas syirik dan berhala yang menjadi sumber khurafat dan kebatilan. Selain itu juga berisi petunjuk dan pengajaran baru, salah satunya adalah ajaran yang memberitahukan bahwa akan muncul seorang nabi yang memiliki sifat-sifat mulia, syariatnya lebih sempurna dan bersifat universal (menyeluruh) tidak terbatas oleh waktu dan tempat yaitu Nabi Muhammad SAW.
Lembaran wahyu yang secara fisik sudah hilang. Sebagian isinya diberitakan dalam Q.S. an-Najm/53: 36–41, seperti:
- Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain.
- Manusia hanya memperoleh apa yang diusahakannya.
- Perbuatan manusia diperlihatkan kepadanya dan diberi balasan dengan balasan yang paling sempurna.
Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, Al-Qur'an merupakan wahyu terakhir yang membawa kebenaran dan membenarkan kitab sebelumnya. Syariat yang terdapat di dalam al-Qur’an berfungsi menggantikan syariat yang terdapat dalam kitab-kitab sebelumnya. Meskipun masing-masing kitab Allah memiliki syariat yang berbeda, tetapi dasar dan landasannya tetap sama, yaitu ajaran tentang tauhid atau mengesakan Allah Swt.
Sebagai umat Islam, kita harus meyakini bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci terakhir yang diwahyunakan kepada Nabi Muhammad Saw. Al-Qur'an sudah ditulis sejak awal pewahyuan dan dibukukan dengan ketelitian ketat sehingga keasliannya terjaga hingga kini. Al-Qur’an yang dibaca sekarang ini sama persis dengan Al-Qur’an yang dibaca oleh Nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya pada 14 abad yang lalu.
💡 Tantangan: Tarik (Drag) nama Wahyu di kotak emas, lalu lepaskan (Drop) di atas nama penerimanya yang tepat!
Pilihan Wahyu
Penerima Wahyu
✨ Page 3: Keistimewaan & Bukti Iman Kepada Al-Qur'an
🤝 Page 4: Sikap Terhadap Kitab Terdahulu & Toleransi
📝 Page 5: Rangkuman Materi
- Iman Kepada kitab Allah adalah membenarkan bahwa Allah Swt mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya. Setiap muslim wajib beriman kepada semua kitab yang diturunkan oleh Allah Swt kepada para rasul-Nya, baik secara ijmali (global) maupun tafsili (terperinci).
- Ada sejumlah kitab dan suhuf Allah yang disebutkan di dalam al-Qur’an dan hadis nabi, yaitu Zabur, Taurat, Injil, dan al-Qur’an, serta suhuf Musa dan Ibrahim.
- Seorang muslim yang beriman kepada al-Qur’an dengan benar akan menampilkan akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari, seperti berkata jujur, bertanggung jawab, dapat dipercaya, menghargai perbedaan, mengormati orang tua, dan lain sebagainya.
- Hubungan yang harmonis di antara orang-orang yang beriman kepada kitab Allah dapat diwujudkan dalam perilaku yang saling menghargai perbedaan, saling menghormati antar sesama, serta saling bekerjasama dan berkolaborasi dalam membangun masyarakat.
🎯 Page 6: Latihan Evaluasi
🪞 Page 7: Refleksi Diri
🧕 Page 8: Profil Pengembang
Kak Fara
Pengembang Media Pembelajaran Interaktif PAI Materi Meyakini Kitab-Kitab Allah Swt
Selamat datang! Media pembelajaran interaktif ini dikembangkan oleh Kak Fara, Nama Lengkapnya Dzakiyyatunnisa Fara Atikah, mahasiswi Teknologi Pendidikan angkatan 2024 dari Universitas Negeri Semarang.
Media ini dikembangkan untuk membantu para siswa kelas VIII SMP dalam memahami materi "Meyakini Kitab Allah SWT: Iman Kepada Kitab Allah" secara lebih menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami. Semoga media ini bermanfaat dan menambah semangat dalam menuntut ilmu!