PAI & Budi Pekerti VII

Gibah & Tabayun - SMPN 2 Gumelar

Media Pembelajaran Interaktif PAI & Budi Pekerti

MENGHINDARI GIBAH & MELAKSANAKAN TABAYUN

Membangun etika bermedia digital dan menjaga kehormatan sesama sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam untuk peserta didik SMP/MTs Kelas VII.

Identitas Pengembang:

Pengembang: Nopidha Ardyansah, S.Pd., M.Pd.

Jabatan: Kepala SMP Negeri 2 Gumelar

Instansi: SMP Negeri 2 Gumelar, Banyumas

Islamic Digital Ethics

“Jaga lisan, periksa kebenaran, sebarkan kebaikan.”

Anti Gibah
Tabayun
Bijak Medsos

Petunjuk Penggunaan

Panduan singkat untuk memaksimalkan pembelajaran interaktif ini.

1

Pilih Navigasi & Menu

Gunakan navigasi di bagian atas atau tombol navigasi untuk berpindah modul materi sesuai urutan.

2

Pelajari Setiap Materi

Baca konsep, pelajari dalil Al-Qur'an, dan analisis contoh kasus nyata di media sosial dan sekolah.

3

Klik Kartu & Fitur Interaktif

Klik kartu “Gibah/Bukan”, sentuh potongan ayat untuk penjelasan, dan uji analisis tindakanmu.

4

Mainkan Simulasi Detektif

Selesaikan permainan Detektif Tabayun dan Simulasi Menjaga Lisan untuk mengasah daya kritis.

5

Kerjakan Kuis Evaluasi

Selesaikan 20 soal pilihan ganda untuk mengukur pemahaman dan dapatkan skor serta rekomendasi.

6

Isi Jurnal & Tantangan 7 Hari

Tulis refleksi pribadi dan selesaikan tantangan pembiasaan akhlak terpuji selama 7 hari berturut-turut.

Tujuan Pembelajaran

Capaian kemampuan yang diharapkan setelah menyelesaikan pembelajaran ini.

1. Menjelaskan pengertian **gibah** dan **tabayun** menurut ajaran Islam dengan tepat.

2. Mengidentifikasi contoh perilaku gibah dalam kehidupan sehari-hari (sekolah, percakapan digital, medsos).

3. Menjelaskan dampak negatif gibah bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sosial.

4. Memahami kandungan **QS. Al-Hujurat ayat 6** dan **QS. Al-Hujurat ayat 12** yang berkaitan dengan tabayun dan larangan gibah.

5. Membedakan fakta, opini, dugaan, dan informasi yang belum terverifikasi secara kritis.

6. Menerapkan 5 langkah tabayun sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi digital.

7. Menunjukkan perilaku menjaga lisan, menghargai privasi, berpikir kritis, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.

8. Membiasakan komunikasi yang santun, jujur, dan tidak merugikan orang lain di dunia nyata dan maya.

Apersepsi: Bijak Berbicara, Bijak Bermedia

Renungkan pertanyaan-pertanyaan berikut sebelum kita memasuki pembelajaran utama:

Pernahkah kamu mendengar cerita tentang teman yang belum tentu jelas kebenarannya?
Apakah membicarakan keburukan seseorang saat orang tersebut tidak ada termasuk gibah?
Apakah semua pesan atau tangkapan layar yang beredar di grup percakapan pasti benar?
Apa yang sebaiknya kamu lakukan sebelum meneruskan kabar/pesan ke orang lain?

Uji Respon Awal: "Pilih Sikapmu"

Skenario: Kamu menerima pesan forwarded di WhatsApp kelas yang menyebutkan bahwa salah seorang temanmu dihukum guru karena mencuri, tanpa disertai bukti jelas.

1. Memahami Pengertian Gibah

Secara bahasa, **gibah** berasal dari kata *gaba* yang berarti ghaib atau tidak hadir. Menurut ajaran Islam, **gibah adalah membicarakan sesuatu tentang seseorang yang tidak disukainya apabila ia mengetahuinya, meskipun hal yang dibicarakan itu benar.**

Perbedaan Penting:

  • Gibah: Yang dibicarakan adalah fakta/kebenaran tentang keburukan orang lain.
  • Fitnah: Yang dibicarakan adalah kebohongan/tidak benar tentang orang lain.
  • Informasi Dibolehkan: Meminta bantuan, melaporkan kejahatan/perundungan, atau mencari perlindungan hukum dengan niat kebaikan.

Contoh Perilaku Gibah Sehari-hari:

Membicarakan kekurangan fisik/pakaian teman saat orangnya tidak hadir.
Menyebarkan cerita rahasia/privasi teman tanpa izin di grup chat.
Menertawakan nilai jelek teman di media sosial.
Menulis komentar bernada sindiran atau menghina di unggahan teman.

Kartu Interaktif: "Gibah atau Bukan?"

Klik situasi di bawah ini untuk melihat penjelasannya:

Situasi A

Membicarakan kebiasaan terlambat seorang teman di kantin.

Situasi B

Melaporkan tindakan perundungan (bullying) kepada guru BK.

Game 1: Detektif Tabayun

Analisis pesan di bawah dan tentukan kategorinya!

Skor Detektif: 0

Game 2: Simulasi Menjaga Lisan Digital

Pilih ucapan paling santun dan sesuai etika Islam dalam merespon situasi percakapan.

Kuis Evaluasi Pembelajaran

20 Soal Pilihan Ganda | Masing-masing nilai 5 poin

Soal 1 dari 20

1. Jurnal Refleksi Diri Pribadi

Tuliskan refleksi sejujurnya. Catatan ini tersimpan secara mandiri di perangkatmu (tidak dipublikasikan).

2. Tantangan 7 Hari: Jaga Lisan, Tebar Kebaikan

Centang setiap hari saat kamu berhasil melaksanakan komitmen ini!

Rangkuman Materi

Kesimpulan utama pembelajaran Menghindari Gibah dan Melaksanakan Tabayun.

MENGHINDARI GIBAH

  • Gibah membicarakan keburukan/aib seseorang yang tidak disukainya saat orangnya tak hadir.
  • Diumpamakan dalam QS. Al-Hujurat: 12 seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.
  • Dampak gibah: merusak tali persaudaraan, menimbulkan kebencian, dan mengikis pahala amalan.
  • Menjaga lisan berlaku sama pentingnya dengan menjaga tulisan, jari, dan unggahan di dunia digital.

MELAKSANAKAN TABAYUN

  • Tabayun adalah meneliti, mengklarifikasi, dan memverifikasi kebenaran berita sebelum bertindak (QS. Al-Hujurat: 6).
  • Langkah tabayun: Berhenti sejenak → Periksa Sumber → Cari Bukti → Konfirmasi → Tentukan Tindakan.
  • Mencegah penyesalan akibat menuduh atau merugikan orang lain karena berita hoaks/fitnah.
  • Ingat prinsip: "Saring sebelum sharing, periksa sebelum percaya."

“Saring sebelum sharing, periksa sebelum percaya, dan pikirkan dampaknya sebelum berbicara.”

Profil Pengembang

NA

Nopidha Ardyansah, S.Pd., M.Pd.

Kepala SMP Negeri 2 Gumelar

Instansi: SMP Negeri 2 Gumelar, Banyumas, Jawa Tengah

“Media pembelajaran ini dikembangkan untuk mendukung pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang interaktif dan bermakna, sekaligus menumbuhkan karakter jujur, santun, bertanggung jawab, serta bijak dalam menyikapi dan menyebarkan informasi di era digital.”