Kemajuan Belajar Anda
0% Selesai (0 dari 8 bagian)
JELAJAH PANCASILA
Mengenal Sejarah, Kedudukan, dan Nilai-Nilai Pancasila
“Memahami Sejarahnya, Mengamalkan Nilainya, Menjaga Indonesia.” Mari jelajahi perjalanan lahirnya dasar negara kita, pahami kedudukannya, dan wujudkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari!
Tujuan Pembelajaran
Pahami kompetensi yang akan dicapai selama penjelajahan ini.
Materi Interaktif
Sejarah sidang, kedudukan negara, dan 5 sila Pancasila.
Permainan & Evaluasi
Uji pemahamanmu lewat kuis seru dan detektif sejarah.
Nopidha Ardyansah, S.Pd., M.Pd.
Kepala SMP Negeri 2 Gumelar, Kabupaten Banyumas
Media Pembelajaran Digital Interaktif
Pendidikan Pancasila Kelas VII SMP
Tujuan Pembelajaran
Kompetensi yang harus dikuasai peserta didik dalam bab Pancasila.
Sejarah Perumusan Pancasila
Menjelaskan proses sejarah perumusan Pancasila mulai dari sidang BPUPKI, Piagam Jakarta, hingga penetapan oleh PPKI serta kontribusi para tokoh perumus.
Kedudukan dan Fungsi Pancasila
Menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan sumber dari segala sumber hukum negara sesuai ketentuan perundang-undangan.
Nilai-Nilai Kelima Sila
Mengidentifikasi makna dan nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila serta contoh penerapannya dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Sikap & Karakter Luhur
Menunjukkan sikap gotong royong, toleransi, tanggung jawab, musyawarah, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman sebagai warga negara yang baik.
Sejarah Perumusan Pancasila
Perjalanan panjang lahirnya dasar negara Republik Indonesia.
Sidang Pertama BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945)
Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang pada 1 Maret 1945. Sidang pertamanya diselenggarakan di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila, Pejambon, Jakarta) di bawah pimpinan Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat.
Gagasan Dasar Negara oleh Tiga Tokoh Utama:
- Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945): Mengusulkan Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.
- Prof. Dr. Mr. Soepomo (31 Mei 1945): Mengusulkan Persatuan, Kekeluargaan, Mufakat dan Demokrasi, Musyawarah, dan Keadilan Sosial.
- Ir. Soekarno (1 Juni 1945): Menyampaikan pidato monumental yang merumuskan lima prinsip dasar negara: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang berkebudayaan. Pada hari inilah istilah “Pancasila” diperkenalkan.
Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta (22 Juni 1945)
Untuk menampung berbagai usulan dasar negara yang belum mencapai mufakat pada sidang pertama, BPUPKI membentuk panitia kecil beranggotakan 9 orang yang dikenal sebagai Panitia Sembilan, dipimpin oleh Ir. Soekarno.
Pada 22 Juni 1945, Panitia Sembilan berhasil merumuskan naskah dokumen historis yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Di dalam Piagam Jakarta tercantum rumusan dasar negara sila pertama: “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Rumusan ini menunjukkan semangat kompromi dan musyawarah demi menjaga persatuan bangsa yang majemuk.
Sidang Kedua BPUPKI & Pengesahan PPKI (18 Agustus 1945)
Sidang kedua BPUPKI berlangsung pada 10–17 Juli 1945 membahas rancangan Undang-Undang Dasar, bentuk negara, wilayah, serta kewarganegaraan. Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan sidang penting pada 18 Agustus 1945.
Keputusan Sidang PPKI 18 Agustus 1945:
- Mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945).
- Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden.
- Mengubah kalimat sila pertama Piagam Jakarta menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” demi menjaga persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan.
Tokoh-Tokoh Utama Perumus Pancasila
Klik kartu di bawah untuk melihat kontribusi dan peran penting para tokoh bangsa:
Ir. Soekarno
Ketua PPKI & Anggota Panitia Sembilan
Mengusulkan nama dan gagasan awal Pancasila pada pidato 1 Juni 1945 serta memimpin perumusan dasar negara.
Drs. Mohammad Hatta
Wakil Presiden RI & Anggota Panitia Sembilan
Berperan penting dalam diplomasi perubahan sila pertama Piagam Jakarta demi keutuhan persatuan Indonesia Timur.
Mr. Mohammad Yamin
Anggota BPUPKI & Panitia Sembilan
Menyumbangkan gagasan dasar negara secara lisan dan tertulis pada sidang pertama BPUPKI.
Prof. Dr. Mr. Soepomo
Ahli Hukum & Anggota BPUPKI
Mengemukakan gagasan teori negara integralistik dan pentingnya persatuan hidup antara negara dan rakyat.
K.H. Wachid Hasyim
Tokoh Islam & Anggota Panitia Sembilan
Menunjukkan jiwa besar dalam menerima perubahan rumusan sila pertama demi persatuan bangsa.
Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat
Ketua BPUPKI
Memimpin jalannya sidang BPUPKI dengan bijaksana dan menanyakan dasar negara Indonesia merdeka.
Kedudukan dan Fungsi Pancasila
Pancasila sebagai Dasar Negara, Pandangan Hidup, dan Sumber Hukum.
Dasar Negara
Pancasila menjadi landasan dan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan negara serta pengaturan tata kelola kehidupan bernegara yang tercantum dalam Pembukaan UUD NRI 1945 alinea ke-4.
Pandangan Hidup Bangsa
Pancasila berfungsi sebagai pedoman nilai, pegangan hidup, dan arah dalam bersikap, mengambil keputusan, serta berinteraksi sehari-hari dengan sesama warga masyarakat.
Sumber dari Segala Sumber Hukum
Berdasarkan Pasal 2 UU No. 12 Tahun 2011, Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum negara. Seluruh peraturan perundang-undangan di bawahnya wajib sejiwa dan tidak boleh bertentangan dengan nilai Pancasila.
Hierarki dan Hubungan Kedudukan Pancasila
Nilai-Nilai dalam Lima Sila Pancasila
Makna, nilai luhur, dan contoh penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ketuhanan Yang Maha Esa
Simbol: Bintang Emas
Nilai Utama: Keimanan, ketakwaan, toleransi antarumat beragama, menghormati kebebasan beribadah, dan tidak memaksakan keyakinan.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Simbol: Rantai Emas
Nilai Utama: Menghormati martabat manusia, kesetaraan, empati, sikap saling menolong, serta menolak perundungan (bullying) dan diskriminasi.
Persatuan Indonesia
Simbol: Pohon Beringin
Nilai Utama: Cinta tanah air, persatuan dalam keberagaman suku, budaya, dan bahasa, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Simbol: Kepala Banteng
Nilai Utama: Musyawarah mufakat, menghargai pendapat orang lain, mengutamakan kebijaksanaan, dan bertanggung jawab atas keputusan bersama.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Simbol: Padi dan Kapas
Nilai Utama: Bersikap adil, menjaga keseimbangan hak dan kewajiban, menghargai karya orang lain, gotong royong, serta peduli kesejahteraan bersama.
Sumber Belajar & Referensi
Daftar sumber resmi dan ringkasan materi pendukung pembelajaran.
Daftar Sumber Resmi
- Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Pembukaan & Pasal-pasal terkait).
- Risalah Sidang BPUPKI dan PPKI (Sekretariat Negara Republik Indonesia).
- Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan beserta perubahannya.
- Modul dan Buku Resmi Pendidikan Pancasila Kelas VII Kurikulum Merdeka (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).
- Sumber Edukasi dan Arsip Resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Panduan Guru & Peserta Didik
Media pembelajaran ini dirancang fleksibel. Peserta didik dapat mempelajari materi secara mandiri di rumah atau menggunakan perangkat tablet/laptop di sekolah secara terbimbing bersama guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Permainan Edukatif Pancasila
Pilih tantangan permainan untuk menguji ketangkasan dan pemahamanmu!
Detektif Sejarah
Tantangan kilat menjawab tokoh, tanggal, dan peristiwa perumusan dasar negara.
Pasangkan Nilainya
Mencocokkan perilaku keseharian dengan sila Pancasila yang tepat.
Misi Warga Pancasila
Menyelesaikan studi kasus situasi sosial dengan bijaksana.
Evaluasi Pembelajaran Pancasila
Kerjakan 20 soal pilihan ganda berikut dengan teliti.
Evaluasi Selesai!
Skor Akhir Anda:
-
Refleksi dan Komitmen Pengamalan Pancasila
Renungkan pengalaman belajar Anda dan tuliskan komitmen nyata.
Komitmen Refleksi Anda Telah Tersimpan
Terima kasih telah belajar dengan penuh kesadaran (Mindful), bermakna (Meaningful), dan menggembirakan (Joyful)! Teruslah menjadi teladan pengamal nilai-nilai luhur Pancasila.